Monday, February 26, 2018

Fotografi Dalam Foto Sekuen

Fotografi Dalam Foto Sekuen

Fotografi menurut para ahli adalah: Sudarma (2014:2) memberikan pengertian bahwa media foto adalah salah satu media komunikasi, yakni media yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan/ide kepada orang lain. Media foto atau istilahkan dengan fotografi merupakan sebuah media yang bisa digunakan untuk mendokumentasikan suatu momen atau peristiwa penting.
Menurut Bull (2010:5) kata dari fotografi berasal dari dua istilah yunani: photo dari phos (cahaya) dan graphy dari graphe (tulisan atau gambar). Maka makna harfiah fotografi adalah menulis atau menggambar dengan cahaya. Dengan ini maka identitas fotografi bisa digabungkan menjadi kombinasi dari sesuatu yang terjadi secara alamiah (cahaya) dengan kegiatan yang diciptakan oleh manusia dengan budaya (menulis dan menggambar/melukis).
Sudjojo (2010), mengemukakan bahwa pada dasarnya fotografi adalah kegiatan merekam dan memanipulasi cahaya untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Fotografi dapat dikategorikan sebagai teknik dan seni.
Dalam bukunya Jurnalistik Foto: Suatu Pengantar, Gani & Kusumalestari (2014:4) mengutip dari Sudjojo (2010:vi) bahwa fotografi sebagai teknik adalah mengetahui cara-cara memotret dengan benar, mengetahui cara-cara mengatur pencahayaan, mengetahui cara-cara pengolahan gambar yang benar, dan semua yang berkaitan dengan fotografi sendiri. Sedangkan fotografi sebagai karya seni mengandung nilai estetika yang mencerminkan pikiran dan perasaan dari fotografer yang ingin menyampaikan pesannya melalui gambar/foto. Fotografi tidak bisa didasarkan pada berbagai teori tentang bagaimana memotret saja karena akan 9 menghasilkan gambar yang sangat kaku, membosankan dan tidak memiliki rasa. Fotografi harus disertai dengan seni.

1.1 Fotografi Jurnalistik
            Terdapat beberapa pengertian mengenai fotografi jurnalistik yang dikemukakan oleh para ahli. Menurut Hanapi yang dimaksud dengan fotografi jurnalistik yaitu kegiatan fotografi yang bertujuan merekam jurnal peristiwa-peristiwa yang menyangkut manusia. Wilson Hick dalam bukunya Word and Picture memberi batasan fotografi jurnalistik adalah media komunikasi verbal dan visual yang hadir bersamaan. Sedangkan Soelarko mendefinisikan foto jurnalistik sebagai foto berita atau bisa juga disebut sebagai sebuag berita yang disajikan dalam bentuk foto. Sementara itu Oscar Motuloh fotografer senior Biro Foto LKBN Antara Jakarta menyebut foto jurnalistik adalah medium sajian untuk menyampaikan beragam bukti visual atas suatu peristiwa pada suatu masyarakat seluas-luasnya bahkan hingga kerak dibalik peristiwa tersebut.
            Fotografi Jurnalistik juga memiliki beberapa kategori yaitu sebagai berikut :
1.         Foto hard news, yaitu suatu jenis foto terkait dengan suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi saat itu juga, tanpa adanya suatu perencanaan terlebih dahulu. Jenis foto ini sifatnya harus segera dipublikasikan
2.       Foto features yakni foto kategori ini disebut juga sebagai foto softnews, karena tak terlalu terikat waktu dalam pemuatannya. Ini beda dengan foto hardnews yang harus disampaikan secepat mungkin.
3.       Foto portrait  foto yang menggambarkan tentang manusia. Foto portrait adalah satu-satunya foto yg tak bisa digantikan dengan kata-kata sebab menyangkut wajah manusia dan karakter manusia
4.       Foto ilustrasi  yakni merupakan foto yg sengaja dibuat untuk melengkapi sebuah tulisan
Sedangkan dalam pembagaiannya menurut WPP (Word Press Photo),organisasi internasionalpenyelenggara lomba tahunan foto jurnalistik tingkat dunia yang bermarkas di Nederlan Belanda,foto jurnalistik terbagi menjadi beberapa kategori:
1.       Spot news - Foto-foto insidential/ tanpa perencanaan sebelumnya
2.       General news – Foto yang telah terjadwal sebelumnya
3.       People in the News – adalah sebuah sajian foto tentang manusia (orang) yang menjadi sorotan di sebuah berita. Kecenderungan yang disajikan lebih keprofil atau sosok seseorang
4.       Daily life – Tentang segala aktifitas manusia yang mampu menggugah perasaan dalam kesehariannya, lebih ke human interest
5.       Sosial & Environment – Foto yang menggambarkan tentang sosial kehidupan masyarakat dengan lingkungan hidupnya
6.       Art and Culture – Foto yang dibuat menyangkut seni dan budaya secara luas
7.       Science & Technology – Foto yang menyangkut perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di muka bumi.
8.       Portraiture – Foto yang menggambarkan sosok wajah seseorang baik secara clouse up maupu secama medium shot. Foto ditampilkan karena kekhasan pada wajah yang dimilikinya.
9.       Sport  – Foto yang dibuat dari peristiwa olahraga dari seluruh cabang olehraga apa saja. Baik olahraga tradisional maupun olahraga yang telah banyak dikenal oleh awam.
            Selain beberapa kriteria yang sudah disebutkan fotografi jurnalistik juga memiliki beberapa cara istilah untuk penyajiannya. Berikut jenisnya :
1.         Foto Tunggal – foto tunggal atau single picture adalah jenis berita foto, berupa foto yang disertai keterangan pendukungnya berupa teks foto (caption) yang menyertainya. Foto tunggal ini bisa berdiri sendiri atau bisa menyertai sebuah berita maupun sebuah features
2.       Foto Sikuen (Sequence) – adalah sebuah yang menampilkan penempatan gambar (foto) secara berurutan sesuai kronologis waktu kejadian. Urutan peristiwa yang digambarkan sesuai aliran waktu linier. Foto sikuen bisa memperlihatkan pergerakan (seperti aspek sinematografis) di dalam peristiwa yang terekam itu dan menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa berikutnya.Foto sikuen bisanya menggambarkan sebuah foto peristiwa dengan adegan kejadian berurutan dari sebuah peristiwa atau kejadian. Jika salah satu adegan foto itu, dikurangi dalam penyajiannya maka penggambarannya akan terasa pincang.
3.       Foto Seri (Series) – foto yang menampilkan berbagai macam foto atas sebuah kejadian peristiwa tertentu, yang bertujuan memberi gambaran secara menyeluruh terhadap peristiwa itu. Dalam penempatan foto biasanya dengan memilih bagian-bagian yang dianggap menarik seperti dramatis, menyentuh. Dalam penempatannya, foto seri tidak membutuhkan urutan sesuai kronologi kejadian seperti dalam penempatan foto sikuen. Namun diatur sesuai keinginan editor maupun fotografer.
4.       Esai foto– adalah rangkaian cerita foto yang saling berkaitan yang keinginan untuk menggambarkan sebuah aktivitas kehidupan manusia. Rangkaian foto diharapkan memberikan gambaran lengkap dan menyeluruh terhadap sebuah fakta yang diliput. Esai foto biasanya juga disertai teks foto dan narasi cerita secukupnya utuk memperkuat terhadap ide cerita foto.
Jumlah Esai foto bersifat fleksibel, yang terpenting adalah foto-foto yang disajikan saling melengkapi, menjadi sinergi dalam satu-kesatuan dalam bentuk alur cerita. Secara umum, foto-foto disusun menjadi cerita yang punya narasi atau alur. Ada beberapa elemen foto esai yang harus ada didalamnya pertama adalah foto pembuka yang menggambarkan keseluruhan cerita, yang harus bisa menarik perhatian pembaca. keduaEnvironment shoot Foto lingkungan subyeknya agar menceritakan siapa dia? Lingkungan kerjanya seperti apa? Kontek sosialnya bagaimana?.KetigaPortrait sang subyekpenggambaran ekspresi subjek foto yang dapat diambil dengan frame medium sampai close-up wajah.Keempat detail shoot sang subyek yaitu penggambaran secara detail dari subjek sebagai simbol yang ingin diceritakan dari subjek foto tersebut.Kelimarelationshipsubyek yang menggambarkan hubungan timbal-balik antar manusia.Keenammerupakan foto penutup dari suatu cerita dan berfungsi mengikat sekaligus memberikan kedalaman dan makna foto.

1.2 Foto Sikuen ( Sequence )
            Dalam karya tulis ini penulis ingin membahas lebih dalam tentang foto sikuen dengan sumber-sumber dari beberapa artikel yang sudah ditulis yang akan dirombak lagi dengan penambahan pemahaman dari sumber buku tentang fotografi jurnalistik. Serta penulisan ini juga memiliki manfaat yaitu agar pembaca mendapat wawasan baru mengenai foto sikuen tentunya atau pemahaman baru tentang foto sikuen.
            Foto Sikuen adalah sebuah yang menampilkan penempatan gambar (foto) secara berurutan sesuai kronologis waktu kejadian. Urutan peristiwa yang digambarkan sesuai aliran waktu linier. Foto sikuen bisa memperlihatkan pergerakan (seperti aspek sinematografis) di dalam peristiwa yang terekam itu dan menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa berikutnya.Foto sikuen bisanya menggambarkan sebuah foto peristiwa dengan adegan kejadian berurutan dari sebuah peristiwa atau kejadian. Jika salah satu adegan foto itu, dikurangi dalam penyajiannya maka penggambarannya akan terasa pincang. Misal proses runtuhnya bangunan, proses terjadinya kecelakaan, atau bisa juga foto-foto olahraga yang memungkinkan untuk dijadikan foto sequence seperti foto berikut yang dibidik saat pertandingan basket (free throw). 
            Berikut beberapa contoh foto sikuen :






            Pada karya foto diatas dapat disimpulkan bahwa penyajian foto sikuen tidak dapat dikurang satu foto atau pembalikan penyajian foto. Karena dapat merubah arti foto yang ingin disajikan kepada penonton.

No comments:

Post a Comment

MELASTI, membasuh diri dan melarung jelang nyepi

APA ITU UPACARA MELASTI? Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu. Upacara ...