Fotografi
Dalam Foto Sekuen
Fotografi
menurut para ahli adalah: Sudarma (2014:2) memberikan pengertian bahwa media
foto adalah salah satu media komunikasi, yakni media yang bisa digunakan untuk
menyampaikan pesan/ide kepada orang lain. Media foto atau istilahkan dengan
fotografi merupakan sebuah media yang bisa digunakan untuk mendokumentasikan
suatu momen atau peristiwa penting.
Menurut
Bull (2010:5) kata dari fotografi berasal dari dua istilah yunani: photo dari
phos (cahaya) dan graphy dari graphe (tulisan atau gambar). Maka makna harfiah
fotografi adalah menulis atau menggambar dengan cahaya. Dengan ini maka
identitas fotografi bisa digabungkan menjadi kombinasi dari sesuatu yang
terjadi secara alamiah (cahaya) dengan kegiatan yang diciptakan oleh manusia
dengan budaya (menulis dan menggambar/melukis).
Sudjojo
(2010), mengemukakan bahwa pada dasarnya fotografi adalah kegiatan merekam dan
memanipulasi cahaya untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Fotografi dapat
dikategorikan sebagai teknik dan seni.
Dalam
bukunya Jurnalistik Foto: Suatu Pengantar, Gani & Kusumalestari (2014:4)
mengutip dari Sudjojo (2010:vi) bahwa fotografi sebagai teknik adalah
mengetahui cara-cara memotret dengan benar, mengetahui cara-cara mengatur
pencahayaan, mengetahui cara-cara pengolahan gambar yang benar, dan semua yang
berkaitan dengan fotografi sendiri. Sedangkan fotografi sebagai karya seni
mengandung nilai estetika yang mencerminkan pikiran dan perasaan dari
fotografer yang ingin menyampaikan pesannya melalui gambar/foto. Fotografi
tidak bisa didasarkan pada berbagai teori tentang bagaimana memotret saja
karena akan 9 menghasilkan gambar yang sangat kaku, membosankan dan tidak
memiliki rasa. Fotografi harus disertai dengan seni.
1.1
Fotografi Jurnalistik
Terdapat beberapa pengertian
mengenai fotografi jurnalistik yang dikemukakan oleh para ahli. Menurut Hanapi
yang dimaksud dengan fotografi jurnalistik yaitu kegiatan fotografi yang
bertujuan merekam jurnal peristiwa-peristiwa yang menyangkut manusia. Wilson
Hick dalam bukunya Word and Picture memberi
batasan fotografi jurnalistik adalah media komunikasi verbal dan visual yang
hadir bersamaan. Sedangkan Soelarko mendefinisikan foto jurnalistik sebagai
foto berita atau bisa juga disebut sebagai sebuag berita yang disajikan dalam
bentuk foto. Sementara itu Oscar Motuloh fotografer senior Biro Foto LKBN
Antara Jakarta menyebut foto jurnalistik adalah medium sajian untuk
menyampaikan beragam bukti visual atas suatu peristiwa pada suatu masyarakat
seluas-luasnya bahkan hingga kerak dibalik peristiwa tersebut.
Fotografi Jurnalistik juga memiliki
beberapa kategori yaitu sebagai berikut :
1. Foto hard news, yaitu suatu jenis foto
terkait dengan suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi saat itu juga, tanpa
adanya suatu perencanaan terlebih dahulu. Jenis foto ini sifatnya harus segera
dipublikasikan
2. Foto
features yakni foto kategori ini disebut juga sebagai foto softnews,
karena tak terlalu terikat waktu dalam pemuatannya. Ini beda dengan foto
hardnews yang harus disampaikan secepat mungkin.
3. Foto portrait foto yang
menggambarkan tentang manusia. Foto portrait adalah satu-satunya foto yg tak
bisa digantikan dengan kata-kata sebab menyangkut wajah manusia dan karakter
manusia
4. Foto ilustrasi yakni merupakan
foto yg sengaja dibuat untuk melengkapi sebuah tulisan
Sedangkan
dalam pembagaiannya menurut WPP (Word Press Photo),organisasi
internasionalpenyelenggara lomba tahunan foto jurnalistik tingkat dunia yang
bermarkas di Nederlan Belanda,foto jurnalistik terbagi menjadi beberapa kategori:
1. Spot news - Foto-foto insidential/
tanpa perencanaan sebelumnya
2. General news – Foto yang telah
terjadwal sebelumnya
3. People in the News – adalah sebuah
sajian foto tentang manusia (orang) yang menjadi sorotan di sebuah berita.
Kecenderungan yang disajikan lebih keprofil atau sosok seseorang
4. Daily life – Tentang segala
aktifitas manusia yang mampu menggugah perasaan dalam kesehariannya, lebih ke
human interest
5. Sosial & Environment – Foto
yang menggambarkan tentang sosial kehidupan masyarakat dengan lingkungan
hidupnya
6. Art and Culture – Foto yang dibuat
menyangkut seni dan budaya secara luas
7. Science & Technology – Foto
yang menyangkut perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di muka bumi.
8. Portraiture – Foto yang
menggambarkan sosok wajah seseorang baik secara clouse up maupu secama medium
shot. Foto ditampilkan karena kekhasan pada wajah yang dimilikinya.
9. Sport – Foto yang dibuat dari
peristiwa olahraga dari seluruh cabang olehraga apa saja. Baik olahraga
tradisional maupun olahraga yang telah banyak dikenal oleh awam.
Selain beberapa kriteria yang sudah
disebutkan fotografi jurnalistik juga memiliki beberapa cara istilah untuk
penyajiannya. Berikut jenisnya :
1. Foto
Tunggal – foto tunggal atau single picture adalah jenis berita foto,
berupa foto yang disertai keterangan pendukungnya berupa teks foto (caption)
yang menyertainya. Foto tunggal ini bisa berdiri sendiri atau bisa menyertai
sebuah berita maupun sebuah features
2. Foto Sikuen (Sequence) – adalah
sebuah yang menampilkan penempatan gambar (foto) secara berurutan sesuai
kronologis waktu kejadian. Urutan peristiwa yang digambarkan sesuai aliran
waktu linier. Foto sikuen bisa memperlihatkan pergerakan (seperti aspek
sinematografis) di dalam peristiwa yang terekam itu dan menghubungkan satu
peristiwa dengan peristiwa berikutnya.Foto sikuen bisanya menggambarkan sebuah
foto peristiwa dengan adegan kejadian berurutan dari sebuah peristiwa atau
kejadian. Jika salah satu adegan foto itu, dikurangi dalam penyajiannya maka
penggambarannya akan terasa pincang.
3. Foto Seri (Series) – foto yang
menampilkan berbagai macam foto atas sebuah kejadian peristiwa tertentu, yang
bertujuan memberi gambaran secara menyeluruh terhadap peristiwa itu. Dalam
penempatan foto biasanya dengan memilih bagian-bagian yang dianggap menarik
seperti dramatis, menyentuh. Dalam penempatannya, foto seri tidak membutuhkan
urutan sesuai kronologi kejadian seperti dalam penempatan foto sikuen. Namun
diatur sesuai keinginan editor maupun fotografer.
4. Esai
foto– adalah rangkaian cerita foto yang saling berkaitan yang keinginan
untuk menggambarkan sebuah aktivitas kehidupan manusia. Rangkaian foto
diharapkan memberikan gambaran lengkap dan menyeluruh terhadap sebuah fakta
yang diliput. Esai foto biasanya juga disertai teks foto dan narasi cerita
secukupnya utuk memperkuat terhadap ide cerita foto.
Jumlah
Esai foto bersifat fleksibel, yang terpenting adalah foto-foto yang disajikan
saling melengkapi, menjadi sinergi dalam satu-kesatuan dalam bentuk alur
cerita. Secara umum, foto-foto disusun menjadi cerita yang punya narasi atau
alur. Ada beberapa elemen foto esai yang harus ada
didalamnya pertama adalah foto pembuka yang menggambarkan keseluruhan
cerita, yang harus bisa menarik perhatian pembaca. keduaEnvironment
shoot Foto lingkungan subyeknya agar menceritakan siapa dia? Lingkungan
kerjanya seperti apa? Kontek sosialnya bagaimana?.KetigaPortrait sang
subyekpenggambaran ekspresi subjek foto yang dapat diambil dengan frame medium
sampai close-up wajah.Keempat detail shoot sang subyek yaitu penggambaran
secara detail dari subjek sebagai simbol yang ingin diceritakan dari subjek
foto tersebut.Kelimarelationshipsubyek yang menggambarkan hubungan timbal-balik
antar manusia.Keenammerupakan foto penutup dari suatu cerita dan berfungsi
mengikat sekaligus memberikan kedalaman dan makna foto.
1.2
Foto Sikuen ( Sequence )
Dalam karya tulis ini penulis ingin
membahas lebih dalam tentang foto sikuen dengan sumber-sumber dari beberapa
artikel yang sudah ditulis yang akan dirombak lagi dengan penambahan pemahaman
dari sumber buku tentang fotografi jurnalistik. Serta penulisan ini juga
memiliki manfaat yaitu agar pembaca mendapat wawasan baru mengenai foto sikuen
tentunya atau pemahaman baru tentang foto sikuen.
Foto Sikuen adalah sebuah yang
menampilkan penempatan gambar (foto) secara berurutan sesuai kronologis waktu
kejadian. Urutan peristiwa yang digambarkan sesuai aliran waktu linier. Foto
sikuen bisa memperlihatkan pergerakan (seperti aspek sinematografis) di dalam
peristiwa yang terekam itu dan menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa
berikutnya.Foto sikuen bisanya menggambarkan sebuah foto peristiwa dengan
adegan kejadian berurutan dari sebuah peristiwa atau kejadian. Jika salah satu
adegan foto itu, dikurangi dalam penyajiannya maka penggambarannya akan terasa
pincang. Misal proses runtuhnya bangunan, proses terjadinya kecelakaan, atau
bisa juga foto-foto olahraga yang memungkinkan untuk dijadikan foto sequence
seperti foto berikut yang dibidik saat pertandingan basket (free throw).
Pada karya foto diatas dapat disimpulkan bahwa penyajian
foto sikuen tidak dapat dikurang satu foto atau pembalikan penyajian foto.
Karena dapat merubah arti foto yang ingin disajikan kepada penonton.
No comments:
Post a Comment